Abdu Safa Muha, Kepala Disdikbud Bontang. (FOTO: Re/narasipedia.net)
BONTANG. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengakui bahwa pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat memberikan dampak signifikan terhadap program pendidikan di daerah. Salah satu dampak yang paling terasa adalah penundaan program Kartu Bontang Pintar.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa kondisi tersebut mempengaruhi kemampuan anggaran daerah secara keseluruhan. Penyesuaian anggaran menjadi langkah yang tidak bisa dihindari.
Menurutnya, pemerintah daerah harus realistis dalam menyusun program berdasarkan kemampuan keuangan yang tersedia. Hal ini penting agar program tetap dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kita harus realistis dengan kondisi yang ada, mengingat saat ini juga defisit anggaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Disdikbud harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program. Prioritas tetap diberikan pada program yang paling mendesak dan berdampak langsung.
Meski demikian, sektor pendidikan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kartu Bontang Pintar tetap masuk dalam perencanaan dan akan dijalankan ketika kondisi fiskal memungkinkan. Program ini dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat.
Lebuh jauh, diirnya berharap dukungan dari semua pihak dalam menghadapi situasi ini. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting.
Ia optimistis kondisi keuangan daerah akan membaik sehingga program pendidikan dapat kembali berjalan normal. (Re)