Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah. (FOTO: Re/narasipedia.net)
BONTANG. Persaingan dalam lomba Palang Merah Remaja (PMR) tingkat pemula diperkirakan semakin ketat, mendorong SDN 008 Bontang Utara mulai mematangkan persiapan untuk mempertahankan gelar juara umum.
Sekolah tersebut sebelumnya berhasil membawa pulang Piala Bergilir PMI dua tahun berturut-turut, menjadikan kompetisi mendatang sebagai momentum penting untuk mempertahankan dominasi.
Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah, mengatakan capaian dua kali juara justru membuat tantangan semakin besar karena sekolah lain juga diperkirakan akan menyiapkan tim terbaiknya.
“Justru setelah dua kali juara, tantangannya makin berat. Artinya kami harus lebih siap lagi,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Menurut dirinya, persiapan dilakukan dengan memperkuat pembinaan siswa melalui ekstrakurikuler PMR, termasuk peningkatan kemampuan pada berbagai materi yang menjadi bagian dari penilaian lomba.
Ia menjelaskan kompetisi PMI tidak hanya menilai satu jenis kemampuan, melainkan banyak kategori yang diakumulasi untuk menentukan juara umum.
Cabang perlombaan, kata dia, bisa mencapai 15 hingga 20 kategori, sehingga kesiapan peserta harus menyeluruh, mulai dari keterampilan teknis hingga ketahanan mengikuti seluruh rangkaian lomba.
Kondisi itu membuat sekolah tidak hanya fokus pada kemampuan individu siswa, tetapi juga strategi pembinaan jangka panjang. Apalagi kemampuan tiap angkatan dinilai selalu berbeda.
Untuk menjaga kualitas tim, sekolah juga mengandalkan peran alumni dan dukungan pembina PMI sebagai bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan.
Masitah menilai pengalaman para alumni yang pernah terlibat di tim juara menjadi aset penting untuk membangun kesiapan peserta baru, baik dari sisi kemampuan maupun mental bertanding.
Meski pelaksanaan lomba masih menunggu jadwal resmi, persiapan tetap berjalan. SDN 008 menilai kesiapan lebih awal menjadi kunci agar peluang mempertahankan piala bergilir tetap terbuka.
Dengan pengalaman dua kali juara dan persiapan yang mulai dimatangkan, sekolah optimistis tetap mampu bersaing di tengah meningkatnya kompetisi antar sekolah peserta. (Re)